PENTINGNYA PENDIDIKAN MORAL DAN ETIKA BAGI GENERASI Z

By. Arya Sumarta

Dewasa ini banyak generasi Z yang lupa akan sopan santun dan sopan santun dalam bermasyarakat,  baik dalam dunia maya ataupun dunia nyata. Penurunan sopan santun sangat terasa dalam kehidupan kita. Sebagai masyarakat multikultural, sopan santun dan sopan santun sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Pentingnya pengajaran sopan santun dan sopan santun bagi generasi milenial perlu digalakkan.

Penurunan sopan santun dan sopan santun bisa diamati mulai dari banyaknya komentar-komentar negatif yang bernada kebencian atau hate comment pada media sosial beberapa public figure atau beberapa orang yang sedang naik daun. Sekiranya public figure melaksanakan kesalahan atau dimata mereka tindakan yang dijalankan itu tak benar, komentar kebencian dan hujatan-hujatan akan banyak bermunculan dimana-mana. Tanpa disadari ini yakni tindakan bullying yang bisa mengakibatkan tekanan mental hingga bunuh diri.

Tidak cuma itu banyak “Si kecil” terdengar sudah menggunakan bahasa kasar dan sumpah serapah dalam kehidupan sehari-hari. Anehnya masyarakat menganggap sebagai fenomena yang lazim dan sebagai bentuk hiburan. pada kondisi seperti ini sebagai generasi Z, perlu bertindak untuk memberikan teladan dan mencegah kondisi tersebut.

Pengajaran sopan santun bagi generasi Z perlu ditanamkan sedini mungkin supaya nilai kemanusiaan tumbuh dalam diri generasi penerus bangsa. Kita harus terus menerus menanamkan pengajaran sopan santun dan sopan santun, supaya mutu sumber tenaga manusia Indonesia akan meningkat seiring berjalannya waktu, kalau sopan santun dan sopan santun ditegakkan. Pengajaran sopan santun bisa dimulai dari keluarga, sekolah, dan kemudian masyarakat.

Kita bisa menggunakan pola pengajaran sopan santun seperti negara Jepang. Siswa–siswi SD kelas 1 -3 cuma akan belajar mengenai sopan santun, metode bersikap, metode bersosialisasi, dan menghormati gurunya. sehingga nilai kesopanan dapat tertanam hingga dewasa. Bisa kita lihat bahwa negara Jepang sebagai negara dengan kasus korupsi yang terbilang rendah, ini merupakan hasil dari pengajaran sopan santun dan sopan santun.

Pengajaran sopan santun dan sopan santun bisa berupa: 1) penanaman sikap kejujuran, 2) penanaman sikap saling menghargai dan menghormati, dan 3) penanaman sikap saling menyayangi.

Kita sebagai generasi Z haruslah mengontrol sopan santun kita, sebab kita  merupakan pemegang kendali akan negara kita di masa mendatang. Supaya terciptanya sumber tenaga manusia yang berkwalitas pengajaran sopan santun dan sopan santun sangat penting bagi kita. Imbas positifnya, generasi Z mendapatkan info dan pengetahuan lebih luas untuk masa yang akan datang bagus dilingkup keluarga, masyarakat ataupun dunia kerja. Kesanggupan dalam menguasai bidang teknologi menjadi salah satu pegangan yang akan bermanfaat untuk diri kita ke depan. Walaupun imbas negatifnya, semakin kesini semakin luntur sopan santun yang diketahui bagus secara pelan-lahan.

Di era modern ini, pergeseran sopan santun sudah berada pada kondisi yang sangat memperhatinkan secara khusus generasi Z di dunia pengajaran. Pengajaran sopan santun sangat diperlukan bagi generasi Z secara khusus generasi modernisasi. Karena dengan adanya pengajaran, diinginkan perkembangan sopan santun bisa berjalan dengan pantas koridor serta etika demi harkat dan martabat generasi muda itu sendiri. Tujuan dari pengajaran sopan santun ini juga tentu untuk menyusun si kecil negeri sebagai personal yang beragama dan memiliki rasa kemanusiaan demi mencapai skor-skor musyawarah serta keadilan yang hakiki.

Dalam prakteknya memang tak gampang untuk menanamkan moralitas dalam jiwa kita. Tapi pentingnya pengajaran sopan santun sebagai pembentuk kepribadian yang harus memberikan andil terhadap perkembangan personal. Walaupun adanya globalisasi hingga penjuru dunia pengajaran, generasi Z tak boleh lengah dalam mengantisipasi krisis sopan santun bangsa.

Kesadaran sopan santun generasi Z harus tertanam dengan kokoh sehingga kelak sigap terhadap tantangan akan yang dihadapi. Karena globalisasi yang membuat interaksi terjadi secara bebas tanpa adanya batas ruang dan waktu. Khusus lagi dunia pengajaran yang notabennya para pelajar yang masih rentan untuk dipengaruhi akan hal-hal yang tak diinginkan secara khusus krisis sopan santun bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899