Pentingnya menjaga Kesehatan Mental Health bagi Mahasiswa

By. Ikhwang Syaputra

Mental Health atau kesehatan mental adalah saat kondisi di mana individu terbebas dari segala bentuk gejala-gejala gangguan mental. Seorang yang sehat secara mental dapat menjalankan fungsi dan aktivitas hidupnya secara normal, khususnya saat menyesuaikan diri dalam menghadapi masalah-masalah yang  ditemui sepanjang hidup. Seseorang dengan kondisi mental yang baik memiliki kemampuan pengelolahan stres. Mahasiswa sebagai salah satu objek yang cukup banyak mengalami tekanan, sangat perlu dipelajari bagaimana cara mengatasinya. Terutama ketika tugas seorang mahasiswa cukup banyak dari pada siswa yang masih duduk dibangku sekolah. Kita selaku mahasiswa seharusnya semakin sadar bahwa semakin dewasa kita maka semakin banyak tanggung jawab maka kemudian akan semakin banyak pula masalah. Apabila ketika banyak masalah, lalu kita tidak punya ilmu mengatasinya maka akan timbulah penyakit kesehatan mental.

Diketahui juga bahwa cukup banyak anak muda atau mahasiswa yang mengalami gangguan mental yang terganggu akibat tugas-tugas mata kuliah yang setiap semesternya yang terus bertambah banyak mata kuliahnya seiring meningkatnya tingkatan semesternya. Hal ini dapat kita temui dilingkungan sekitar pemukiman mahasiswa seperti mahasiswa yang menjadi candu bermain game sebagai wujud pelarian akan beban tanggungjawabnya, ada mahasiswa yang mengaku ke orangtua kuliah tapi nyatanya tidak pernah menghadiri kelas perkuliahan, atau kasus yang sering menimpa mahasiswa tahun akhir yang lebih sering menghilang saat mendapatkan pertanyaan yang berbau “skripsi”, ada juga mahasiswa yang telah merasakan sibuknya dengan “proyek” sehingga mengabaikan kuliahnya dan ada banyak lagi kasus unik yang bisa ditemui.

kemungkinan akar permasalahan dari kasus-kasus tersebut adalah karakter mahasiswa itu sendiri yang belum kokoh atau barangkali belum menemukan jati diri sendiri. Faktor penyebabnya bisa berupa  lingkungan, keluarga dan teman sepergaulan yang tidak mendukung, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol. Di media sosial itu mahasiswa dengan muda bisa mengakses informasi terbaru dan dapat diberondong oleh banyak sekali informasi, baik yang berisi “berbagi ilmu” maupun  berisi orang-orang yang pamer terhadap harta dan keenangan. Hal itu bisa membuat mahasiswa tanpa sadar menjadi berpikir pragmatis sehingga mengupayakan untuk mendapatkan hal yang sema dengan jalan pintas. Tapi saat apa yang diinginkan tersebut tidak tercapai maka akan mudah sekali menyebabkan mereka melakukan hal-hal aneh yang mencirikan “gangguan mental”.

Bukan tidak mungkin hal tersebut dapat dicegah dan diatasi dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan selalu berpikir positif  memlaui afirmasi/ mengucapkan kata-kata yang positif ysehingga merangsang positive mindset secara tidak sadar. sebaiknya juga menghindari perkataan buruk, karena ia bisa menimbulkan was-was terhadap orang yang mengatakanya tersebut. Selain itu mencegah permasalahan mental juga dapat dilakukan dengan membatasi atau menjauhkan diri dari teman yang toxic, baik toxic dalam tindakan dan ucapan. Toxic friends termasuk salah satu faktor penyebab yang bisa menimbulkan stres faktor sangatlah kuat, karena waktu mahasiswa umumnya lebih banyak dihabiskan bersama teman-temanya dibandingkan guru atau orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899