PANDANGAN MASYARAKAT LUAS TERKAIT ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ )

By. Siti Dewi Cantika 

Pendahuluan

          Kesehatan adalah kebutuhan paling dasar bagi manusia, kesehatan tidak hanya meliputi kesehatan fisik tetapi juga meliputi kesehatan mental. Kesehatan mental sangat penting karena mental mempengaruhi dari segi emosional dan cikal bakal dari diri kita untuk terus berkembang. Kesehatan emosional lebih sulit untuk perhatikan sehingga seringkali tidak terlihat dari masyarakat umum. Orang dengan gangguan jiwa yang selanjutnya disingkat ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan bagi orang tersebut sehingga tidak dapat produktif secara ekonomi maupun sosial . Gangguan jiwa merupakan suatu keadaan menyimpangnya proses pikir, alam perasaan serta perilaku seseorang. Gangguan jiwa merupakan suatu masalah kesehatan yang menyebabkan ketidakmampuan psikologis atau perilaku yang ditimbulkan akibat gangguan pada fungsi sosial, psikologis, genetik, fisik/kimiawi, serta biologis.

          Masalah mental sering dikaitkan dengan masalah yang berhubungan dengan depresi dan kehilangan akal sehat. Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) seringkali mengalami kekerasan dan diskriminasi serta dicap sebagai sampah oleh masyarakat, bagi ODGJ maupun bagi keluarga yang memiliki pasien gangguan jiwa turut menjadi sasaran objek yang dipermalukan yang dimulai dari  tanda-tanda pada objek mulai dari pandangan berbeda terhadap keluarga maupun pasien odgj, diskriminasi terhadap pasien odgj, dan tindak kekesaran yang di lakukan masyarakat terhadap odgj. Orang Dengan Gangguan Jiwa berjuang melawan dua permasalahan besar dalam kehidupan mereka, yaitu melawan gejala yang muncul dari penyakit yang dialami, seperti halusinasi, delusi, cemas, perubahan suasana hati, dan melawan ketidakpahaman masyarakat terhadap keunikan gejala penyakit tersebut, yang disebut dengan stigmatisasi. Stigmatisasi pada ODGJ sudah berkembang sepanjang sejarah manusia.

Pembahasan

             Hal yang dirasakan ODGJ pada umumnya adalah perubahan prilaku dan cara berpikir dalam kehidupan sehari-hari. Peran keluarga dalam pemulihan psien ODGJ sangat penting karena keluarga merupakan orang terdekat dari pasien tersebut. Dengan di perlakukan selayaknya seperti manusia juga maka ODGJ tidak akan mungkin akan melakukan hal yang anarkis. Hal-hal anarkis yang dilakukan penyintas ODGJ ini dikarenakan sikap masyarakat yang selalu berprilaku tidak memanusiakan pasien ODGJ yang di anggap bahwa pasien ODGJ merupakan aib yang tidak pantas untuk hidup di satu lingkungan, sering kali kita amati di beberapa tempat dan cuplikan di media sosial terkait ODGJ yang di perlakukan sangat tidak manusiawi seperti di pukuli, di siram air, diperkosa bahkan hingga di bunuh. Belum lama ini kasus terkait pembunuhan dan penyiksaan ODGJ sempat ramai di perbincangangkan di media sosial yaitu pasangan pasutri di bengkalis membunuh ODGJ dengan cara dibakar hidup-hidup.

             Terlihat bahwa prilaku yang di lakukan oleh masyarakat terhadap odgj memang tidak memiliki sisi kemanusiaan. Stigma dapat dialami sebagai rasa malu atau bersalah, atau secara luas dapat dinyatakan sebagai diskriminasi. Hal ini dapat menyebabkan penurunan percaya diri, kehilangan motivasi, penarikan diri dari kehidupan sosial, menghindari pekerjaan, interaksi dalam kesehatan dan kehilangan perencanaan masa depan (UNAIDS, 2013) Sigma-stigma masyarakat indonesia terhadap ODGJ sangat susah untuk di rubah terlebih lagi keluarga pasien pun turut menjadi bahan cacian dan diskriminasi yang di lakukan oleh masyarakat. Untuk membantu pemulihan dari ODGJ kita perlu untuk turun andil karena dalam kondisi bagaimanapun ODGJ merupakan manusia yang memiliki hak asasi manusia yang sama. Tidak perlu di perlakukan seperti binatang dan di asingkan dari lingkungan. Hal yang perlu di lakukan sebenarnya hanyalah menyerahkanya terhadap lembaga yang ahli dalam menangani penyakit kesehatan jiwa dan memberikan support terhadap keluarga pasien.

Kesimpulan

Gambaran stigma masyarakat di indonesia terhadap ODGJ masih melekat dalam hal yang negatif untuk merubah pola pikir dan pandangan ini peran anak muda dibutuhkan untuk turut andil mengenai sosialisasi mental health yang tidak boleh dianggap sepele dan juga peran masyarakat sekitar dalam membantu pemulihan dari pasien-pasien ODGJ. Sosialisasi sangat dibuthkan sebabagi upaya perubahan dari mindset dan prilaku diskriminasi masyarakat terhadap keluarga serta pasien ODGJ tersebut.

(Email : sitidewicantika@gmail.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899